Pemerintah Aceh dapat Penghargaan Best Indonesia Tourism Website 2017

PEMERINTAH Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh kembali mendapatkan penghargaan disalah satu penghargaan bergensi Indonesia PR of The Year 2017 yang diselenggarakan oleh MIX MarComm-SWA Media Grup, yang berlangsung Selasa (31/10/2017) di Merchantile Atlethic Club – Bandahara Room Penthouse, WTC Jakarta.

Pada ajang bergengsi yang sudah memasuki perhelatan ke-11 ini, MIX MarComm-SWA Media Grup juga turut memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah baik tingkat provinsi dan kabupaten terkait pembuatan dan pengelolaan website.

“Website adalah salah satu kategori Owned Media yang bisa menjadi tools organisasi untuk membangun citra dan reputasi,” sebut MIX MarComm dalam keterangan resminya yang dilansir per September lalu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi mengungkapkan bahwa penghargaan yang berhasil diraih tersebut menjadi sebuah penghormatan dan apresiasi atas kinerja Disbudpar Aceh yang solid dalam membangun keterbukaan informasi publik kepada masyarakat luas.

“Penghargaan ini tentu jadi penghormatan bagi kami, atas kepercayaan yang diberikan oleh Majalah MIX. Ini tentunya akan menjadi gairah semangat bagi kami untuk terus meningkatan manajamen pengelolaan situs yang lebih baik kedepannya,” ujarnya.

Reza juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kesolidan tim publikasi dan bidang pemasaran yang terus sinergi dalam membangun informasi baik secara kedinasan dan berita-berita pariwisata lainnya yang bekerjasama dengan komunitas, duta wisata, asosiasi, dan industri pariwisata serta laskar digital.

Adapun penghargaan yang diperoleh Disbudpar Aceh, yakni pada kategori Owned Media sub Category Tourism Website dengan predikat “The Best Tourism Website” yang beralamat di www.disbudpar.acehprov.go.id. Penghargaan ini diserahkan langsung President of ASEAN Public Relations Network dan Pendiri LSPR Jakarta Prita Kemal Gani kepada Kadisbudpar Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh Irmayani Ibrahim.

Selain Aceh, situs pariwisata lainnya yang juga mendapatkan penghargaan untuk kategori yang sama juga didapatkan oleh Provinsi DKI http://jakarta-tourism.go.id, Kota Solo http://pariwisatasolo.surakarta.go.id, dan Kota Malang http://budpar.malangkota.go.id serta Provinsi Jogjakarta http://www.visitingjogja.com yang menyabet predikat “Best of the Best Tourism Website”. (ed)

Ini Dia 35 Agenda Disbudpar Aceh hingga Desember 2017

Rencana liburan ke Aceh sepertinya sudah bisa dipersipkan, pasalnya Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh secara resmi merilis sejumlah event “The Light of Aceh” pada tahun 2017 baik bertaraf nasional maupun internasional mengingat Aceh telah mendapatkan predikat “The World’s Best Halal Cultural Destination” diajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 lalu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi menyebutkan, digelar sejumlah even ini guna mendukung Aceh sebagai salah satu tujuan wisata “Muslim Friendly Destination” dan kesempatan untuk mengangkat dan mengenalkan kembali nilai budaya Aceh yang bernafaskan Islam kepada wisatawan.

“Setiap tahun jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Aceh mengalami peningkatan. Pada Tahun 2016 ini sebanyak 2.154.249 orang wisatawan terdiri dari 76.452 orang wisman dan 2.077.797 orang wisnus,” rincinya.

Kehadiran Calendar of Event (COE) dengan branding “The Light of Aceh” tersebut, tambah Reza merupakan bagian dari progam “Wonderful Indonesia” dari Kementerian Pariwisata RI, dimana penyelenggaraan berbagai even atau atraksi wisata serta paket-paket wisata dan keikutsertaan pada berbagai pameran pariwisata nantinya bisa menargetkan peningkatan angka kunjungan wisatawan ke Aceh, sekaligus mendukung program Pemerintah untuk mensukseskan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke nusantara pada tahun 2019.

“Melalui peluncuran COE ini, kita berharap tidak hanya berdampak dalam membangun pencitraan positif tentang Aceh, tapi juga mampu mempromosikan potensi keberagaman dan keindahan budaya Aceh bagi wisatawan serta menjadi tren positif juga dalam menciptakan lapangan pekerjaan atau usaha baru masyarakat melalui kunjungan wisatawan,” harapnya.

Seperti diketahui, saat ini Disbudpar Aceh juga sangat gencar melakukan promosi berbagai paket wisata, baik lewat media sosial, aplikasi Android, serta situs resmi informasi pariwisata yang saat ini sedang dikembangkan di www.acehtourism.travel.

Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani menyatakan, ada beberapa kegiatan atraksi wisata yang bersifat core event dan facilitating events tahun 2017 yang dikemas melalui semangat “The Light of Aceh” dan “Wonderful Indonesia” meliputi Festival Pulo Aceh, Sail Sabang 2017, Pekan Nasional KTNA, Festival Danau Lut Tawar, Festival Musik The Light of Aceh dan serta beberapa event wisata menarik lainnya.

“Seluruh atraksi wisata tersebut selain diselenggarakan di Banda Aceh, juga tersebar hampir di beberapa kabupaten/kota sesuai dengan karakteristik dan keunggulan daerah masing-masing. Semua agenda wisata tersebut dapat dilihat di situs resmi www.disbudpar.acehprov.go.id pada kanal menu kalender event,” tambah Rahmadhani.(ed)