Pecahkan Rekor MURI, #Pesona10001Saman Viral di Twitter

Pergelaran kolosal Saman Massal 10.001 penari di Stadion Seribu Bukit Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Minggu (13/8/2017) yang meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) dianggap sebagai tarian dengan penari terbanyak di dunia.

Jika sebelumnya Pemerintah Kabupaten Gayo mendapatkan rekor MURI pada tahun 2014 dengan menghadirkan penari sebanyak 5057. Kali ini, dengan didukung oleh banyak pihak, pergelaran Saman Massal akhirnya dengan penari 12.262 sukses dilaksanakan.

Kesuksesan itu disambut positif oleh netizen Aceh yang digawangi oleh komunitas Gerakan Pesona Indonesia (GenPI) dengan melakukan kultwet secara barengan di linimasa Twitter.

Sejumlah laskar digital Aceh ini ikut dibantu anggota GenPI se-Indonesia akhirnya bisa membuat tagar #Pesona10001Saman menjadi posisi 5 di deretan Trending Topic Indonesia (TTI) yang sempat bertahan selama 3 jam.

Ketua Divisi Social Media Specialist GenPI Aceh, Irwanti mengatakan tagar #Pesona10001Saman dilakukan pihaknya untuk memviralkan pergelaran saman massal di Twitter mengingat kesenian ini telah mendunia dan diakui oleh UNESCO.

“Kami melihat Saman Massal di Gayo Lues itu jadi destinasi dan atraksi yang sangat baik bagi perkembangan pariwisata di Aceh. Maka dengan bantuan materi dan foto-foto dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, kami hebohkan jagat Twitter,” sebut Wanti di sebuah warkop di Lampineung, Senin (14/8/2017) malam.

Wanti mengakui, hadirnya TTI di Twitter terjadi pada Senin, 14 Agustus 2017 mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB turut dibantu oleh anggota GenPI se-Indonesia yang juga menyebarkan kultwet #Pesona10001Saman.

“Antusias ini tentunya berkat kerjasama netizen Aceh juga dalam mempopulerkan Saman di jagat dunia maya. GenPI Aceh selama ini terus memperbanyak destinasi-destinasi wisata di Aceh bagi warganet,” tambahnya lagi seraya mengajak para netizen di Aceh untuk terus lebih banyak mempublikasi destinasi di secara digital. (mhd)

Foto-foto di Event ‘Boh Gaca’ Massal

Inilah beberapa foto dari sejumlah inong Aceh yang mengikuti boh gaca (memakai inai) massal di Museum Tsunami Banda Aceh dalam rangka pecahkan rekor MURI yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Minggu (9/6/2013).

Antusiasme inong Aceh di acara 'Boh Gaca' Massal / @iloveaceh

Antusiasme inong Aceh di acara ‘Boh Gaca’ Massal / @iloveaceh

Peserta 'Boh Gaca' Massal di Museum Tsunami / @iloveaceh

Peserta ‘Boh Gaca’ Massal di Museum Tsunami / @iloveaceh

Pembukaan 'Boh Gaca' Massal / @iloveaceh

Pembukaan ‘Boh Gaca’ Massal / @iloveaceh

Salah satu warga asing menjadi peserta 'Boh Gaca' Massal di Museum Tsunami / @iloveaceh

Salah satu warga asing menjadi peserta ‘Boh Gaca’ Massal di Museum Tsunami / @iloveaceh

Putroe Bungong 2013 'Afla Nadya'

Putroe Bungong 2013 ‘Afla Nadya’ ikut serta dalam acara boh gaca massal / @iloveaceh

Ribuan Inong Pecahkan Rekor MURI di ‘Boh Gaca’ Massal

Penyerahan Sertifikat oleh MURI kepada Disbudpar Aceh / @iloveaceh

Penyerahan Sertifikat oleh MURI kepada Disbudpar Aceh / @iloveaceh

Dalam rangka program tahun kunjungan Visit Aceh 2013, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi (Disbudpar) Aceh kembali menggelar event yang kali ini bertajuk ‘Boh Gaca’ Massal di Museum Tsunami Banda Aceh, Minggu (9/6/2013).

Sekitar 1300 inong (wanita) di kota Banda Aceh turut hadir dan berpartisipasi dalam acara pemakaian inai (boh gaca) massal yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Peserta yang hadir baik pengukir maupun model diseragamkan dengan balutan kaos ungu.

Ribuan peserta berkreasi mengukir motif aceh di tangan menggunakan inai pasta yang telah disediakan. Sebelumnya acara ini dibuka oleh bapak Adami selaku kepala Disbudpar Aceh dan penyerahan sertifikat MURI.

“Event ini diadakan untuk kembali mengingatkan kita akan kearifan lokal yang menandakan akan dilepas seorang wanita sebagai calon istri. Ini adalah kewajiban kita semua dalam membina dan melestarikan kearifan lokal yang mulai pudar,” sebut Kepala Disbudpar Provinsi Aceh, Adami Umar. (ed/mag)