SMF 2017: Sabang Bisa jadi Poros Maritim Indonesia

HAJATAN tahunan dari Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) lewat kegiatan Sabang Marine Festival (SMF) III 2017 kian mendapatkan respon positif akan potensi Pulau Weh sebagai poros maritim nasional di barat Indonesia.

Hal tersebut dipaparkan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah lewat Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Syaiba Ibrahim pada saat membacakan pidato pembukaan kegiatan SMF yang berlangsung di arena Sabang Fair, Jum’at (21/4/2017).

“Gubernur Aceh mengucapakan ribuan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah ikut berpartisipasi dalam memeriahkan SMF tahun ini. Kegiatan ini pada dasarnya tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di kawasan Sabang ini, lebih dari itu kegiatan ini juga bisa untuk memupuk semangat perdamaian dan persaudaraan serta menyalurkan hobi berpetualang bagi yang tertarik dgn wisata bahari,” kata Syaiba didepan ratusan undangan dan yachtist yang hadir.

Mudah-mudahan, lanjut Syaiba dalam pidatonya, kegiatan SMF III juga mampu memperkuat semangat untuk mempromosikan keindahan pariwisata Aceh serta Sabang pada khususnya.

“Sabang dikenal sebagai surga terpendam di ujung Sumatera tidak saja memiliki keragaman wisata bahari dan budaya tetapi juga kawasan bisnis yang sangat strategis di ujung barat Indonesia. Sampai-sampai keidahan Sabang diakui oleh Great Britain Wisin dengan memberikan julukan The Gold Island dan masuk sebagai 500 pulau yang harus dikunjungi di dunia,” ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, hajatan SMF yang telah berjalan untuk ketiga kalinya ditahun 2017 ini menjadi salah satu langkah untuk mempromosikan Sabang di tingkat dunia. (ed)

Dara Aceh Ini Kembali Terpilih sebagai Coach Sail Karimata 2016

Siapa sangka, dara kelahiran Rambayan, Sigli 29 Desember silam, Fadliana Surya Rasyib kembali menorehkan catatan kebanggaan untuk Aceh, setelah mengikuti berbagai tahapan seleksi nasional akhirnya terpilih menjadi coach Sail Karimata 2016, Kayong Utara provinsi Kalimantan Barat.

“Mendapat kepercayaan oleh kementerian adalah hal langka, saya akan berupaya sebaik-baiknya melaksanakan tugas yang diberikan dan tentunya dengan maksimal,” sebut sulung dari empat bersaudara tersebut.

Setelah hampir satu periode mengikuti rangkaian kegiatan sail, buah perjuangannya menemukan titik terang dengan ditetapkan Aceh sebagai tuan rumah Sail Indonesia, dengan nama Sail Sabang pada tahun 2017.

“Kita mengalahkan Lombok dan Karakatau untuk menjadi tuan rumah, kita patut berbangga akan hal tersebut dan bekerja ekstra untuk memberikan rangkaian kegiatan terbaik pada Sail Sabang 2017 nanti,” ujarnya dengan penuh semangat.

Lily juga menyampaikan rasa terimakasih untuk semua pihak yang telah mendukungnya dari awal hingga seperti saat ini.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih untuk semua dukungan. Sejak dari awal, saya percaya dengan mimpi ini bisa mewujudkannya adalah anugerah yang tidak terkira,” dara yang hobi membaca ini.

Sebelumnya, beberapa kegiatan Sail telah diikuti oleh Lily seperti Sail Komodo 2013, Sail Raja Ampat 2014, Sail Tomini dan sekarang dipercayakan untuk mengikuti rangkaian Sail Karimata 2016.

Lily berharap Pemerintah Aceh lebih peduli kepada putra-putri aceh yang berprestasi.

“Hal ini bisa diberikan semacam diberikan reward untuk mereka yang berbuat sesuatu yang mengharumkan nama Aceh, agar mereka yang terlena dengan kesenangan pribadi bisa berbuat lebih dan membangun daerahnya, dari pada melakukan hal yang tidak bagus, pergaulan bebas, narkoba, alisan sesat bahkan hal-hal yang berbau radikal,” tutupnya. (ed)

fadliana-surya-rasyib