Mengenal Sosok Fadliana Surya, Pendamping Sail Tomini

Fadliana SuryaPernah mendengar aksi anak-anak muda yang bernama Nagekeo Care Island sekitar dua tahun lalu? Nah, dibalik project tersebut ada sosok dara Aceh bernama Fadliana Surya atau yang sering disapa Lily.

Alumni dari SMAN 1 Sigli ini ternyata punya rasa cinta yang besar dengan laut, pantas saja, rasa cintanya itu membawa dia untuk terlibat dalam mengikuti Sail Tomini 2015 sebagai pendamping peserta.

“Dulu saya itu takut dengan laut sebelum tsunami, setelah tsunami malah jadi suka banget. Sail itu menurut aku kegiatan yang bagus banget untuk pembentukan karakter pemuda, karena dua puluh tahun mendatang merekalah pemimpin masa depan Indonesia, selain itu tuan rumah sail akan menjadi promosi pariwisata bahari gratis untuk seluruh dunia,” jelas sulung dari empat bersaudara ini.

Menurut Lily, Sail Tomini yang digelar di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah ini direncanakan akan dihadiri langsung oleh oleh Presiden Joko Widodo bersama Iriana Widodo, tak ketinggalan juga bakal ada parade sailing pass dari sejumlah kapal perang berbagai negara.

“Saat Sail Komodo 2013 dan Sail Raja Ampat 2014, aksi sailing pass diikuti oleh kapal-kapal perang seperti dari Amerika Serikat, Singapura, Australia, Thailand, Filipina, dan masih banyak lainnya,” sebut pemilik akun Twitter @NonaLilyy.

“Sail Tomini 2015 nantinya akan digelar puncak acaranya pada 19 September di Pantai Kayubura, Kelurahan Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, yang dihadiri pula oleh menteri-menteri serta sejumlah duta besar dan perwakilan negara-negara sahabat,” tuturnya.

Menurut putri dari pasangan Surya dan Marianan ini, pengalaman yang diperolehnya selama mengikuti kegiatan Sail ini setiap tahu berbeda-beda.

“Beda-beda pokoknya ditahun-tahun sebelumnya, dulu jadi peserta dan sekarang terpilih menjadi pendamping dan pasti punya tantangan tersendiri,” sebut pemudi yang pernah aktif di Gerakan Mari Berbagi tersebut. (ed)

Dara Aceh Fadliana Surya, Terpilih Jadi Pendamping Sail Tomini

Fadliana SuryaKegiatan tahunan yang dilaksanakan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Sail kembali digelar mulai 26 Agustus hingga 26 September 2015 mendatang.

Sail Tomini Indonesia tahun ini akan mengambil daerah Indonesian bagian tengah yaitu Sulawesi dengan mengangkat tema “Mutiara Khatullistiwa untuk Kehidupan Masa Depan”.

Berbekal pengalaman menjadi peserta pada Sail Komodo pada tahun 2013 silam serta sempat menjadi pendamping di Sail Raja Ampat 2014 lalu, pada tahun 2015 ini, wanita bernama lengkap Fadliana Surya kembali mendapat kepercayaan dari Kemenpora terpilih kembali menjadi pendamping pada Sail Tomini.

Perempuan asal Aceh ini, terpilih dari sekian banyak pendamping yang mendaftar di seluruh Indonesia.

Untuk tahun ini, Lily –sapaan akrab pemilik akun Twitter @NonaLilly ini– mengaku akan memperjuangkan agar tahun 2017 Sail dapat dilaksanakan di Aceh.

“Inginnya agar tahun depan setelah Sail Karimata pada 2016 dilaksanakan Sail Simeulue supaya bisa ikut serta dalam memajukan pariwisata di Aceh,” ujar dara kelahiran Pidie tersebut.

Menurutnya, kesempatan tiga tahun mengarungi Samudra Indonesia selama sebulan dalam rangka kegiatan ini, telah cukup membuat Ia yakin Aceh juga mampu menjadi tuan rumah. Didukung oleh laut yang indah dan masih sangat original tentu akan memunculkan banyak ide brilian dalam memajukan wisata bahari Aceh.

“Jika Simeulue terpilih menjadi tuan rumah akan banyak sekali manfaat, karena tujuan dari pada sail itu sendiri menjadikan tuan rumah sail menjadi pusat destinasi dunia, seperti Sail Wakatobi dan Sail Raja Ampat,” jelas pentolan kegiatan sosial untuk masyarakat pulau terluar Indonesia Nagekeo Care Island ini.

Lily juga berharap agar Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dapat mendukung Kabupaten Simeulue khususnya, untuk berkoordinasi dan getol dalam rangka mengajukan sebagai tuan rumah kegiatanya ini, sehingga pada 2017 kita benar-benar terwujud Sail Simeulue.

“Semoga Pemerintah mendukung kegiatan positif ini agar dapat terlaksana,” harapnya.

Adapun rute pelayaran Sail Tomini tahun ini antara lain Jakarta, Kota Baru, Pulau Siau, Pula Tahuna, Pulau Merampit, Parigi Mautong, Pulau Muna, dan berakhir kembali di Jakarta. (ed)