Komunitas @AyoDongeng_Ind Isi Story Telling Workshop di Banda Aceh

Story Telling Workshop Dongeng di Banda Aceh_2Kegiatan perdana Story Telling Workshop bersama Komunitas Ayo Dongeng Indonesia (ADI) Jakarta berlangsung seru, Jum’at (22/4/2016) sore di A Cafe Jeulingke, Banda Aceh.

Dalam workshop yang diisi langsung oleh founder ADI, Mochammad Ariyo Faridh Zidni atau lebih akrap disapa Kak Aio dari Jakarta ini diikuti oleh belasan peserta.

“Kedatangan Kak Aio ke Aceh kali ini memang tujuan pertama ke Kota Lhokseumawe untuk memberikan materi seputar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi murid-murid SD Arun,” jelas Irwanti dari ILATeam Management.

Berhubung Kak Aio berada di Aceh, Komunitas @iloveaceh akhirnya berkolaborasi dengan ADI untuk hadir ke Banda Aceh mengisi workshop seputar dongeng.

Pada kesempatan tersebut, Kak Aio banyak bercerita soal bagaimana menyampaikan pesan-pesan dalam berdongeng, tidak membosankan dan pastinya seru.

“Tema workshop ini memang sengaja kita angkat soal “Dongeng Baik yang Seru dan Mudah” untuk berbagi banyak hal bagi teman-teman di Aceh,” sebut Ariyo.

Tak lupa ucapan terima kasih kami kepada Ayo Dongeng Indonesia yang telah bersedia hadir ke Banda Aceh untuk berbagi banyak hal seru seputar dongeng, pendukung acara mulai dari A Cafe Jeulingke, GoPrint, Mister Piyoh, Cilet Coklat dan juga Ija Kroeng. (ed)

Earth Hour Aceh Gelar Workshop “Social Media for Social Good!”

Earth Hour Aceh bersama dengan Greeneration Faoundation akan menggelar workshop “Social Media for Social Good!” mulai 13-14 Februari di Auditorium Politeknik Aceh, Banda Aceh.

Kegiatan tersebut, menurut panitia acara Dedy Jalil untuk meningkatkan ecopreneur ditengah kalangan masyarakat, sehingga mampu memberikan informasi dan cara bagi masyarakat untuk dapat menjadi wirausaha pengusaha sosial, baik lewat kampanyen sosial dan lainnya.

“Kami juga akan mengundang komunitas media sosial lokal (@iloveaceh) yang memiliki ribuan jumlah pengikut di twitter untuk berbagi tentang bagaimana media sosial dapat memainkan peran dalam mengangkat nilai-nilai lokal, serta pihak Change.org salah satu situs petisi yang popular dikalangan netizen,” sebut Dedy.

Dedy menyebutkan, adapun target dalam kegiatan ini mulai dari usia 16 hingga 25 tahun seperti kalangan mahasiswa, siswa dan guru, media, dan juga pemerintah daerah.

“Workshop akan kita gelar selama 2 hari. Hari pertama diisi dengan digital dan hands on – training dan pada hari kedua akan terlibat langsung dengan LSM lokal untuk workshop lingkungan,” tutupnya. (ed)

Earth Hour Aceh Gelar Workshop “Social Media for Social Good!”

Mau Omset 100 Juta Modal Blackberry? Yuk Ikut Workshop Ini

DewaPenulis Best Seller Dewa Eka Prayoga akan gelar workshop inspiratif bertema “Tembus Omset 100 Juta Modal Blackberry” di Sultan II Selim, Minggu (22/6/2014). Workshop tersebut merupakan serangkaian dari beberapa kota di Indonesia.

Kegiatan workshop tersebut digelar agar Blackberry bisa dimanfaatkan sebagai mesin pencetak uang dan bukan hanya sekedar teori namun bisa langsung dipraktekan.

Setelah dari kota Semarang kali ini Dewa Eka Prayoga yang merupakan penulis buku best seller “7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula” ini akan berkunjung ke Banda Aceh.

“Kemarin pas habis seminar kita closing 50 juta lho. Makasih banyak kang Ilmunya,” ujar Nadhila salah seorang peserta workshop ini.

Bagaimana, Anda tertarik? Untuk pembelian tiket bisa langsung menghubungi CP 085361339879 (Rully) dan via BBM 28051AE. Jangan sampai kehabisan tiket ya rakan. (che)

US Embassy bersama Inmark Digital Gelar Workshop Social Media di Aceh

Workshop social media di Banda Aceh / @_ditaSetelah berhasil melakukan workshop di 4 kota besar di Indonesia, kali ini US Embassy  di Jakarta bersama Inmark Digital menggelar workshop  yang sama untuk kelimanya di Banda Aceh dengan mengangkat tema “Social Media for Tolerance and Change Campaign” yang bertempat di Aula ICT Taiwan Center Unsyiah, Sabtu (28/4).

Acara yang berlangsung luar biasa ini menghadirkan pembicara Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Ranirry, Dr. H. Syamsul Rizal, M.Ag dan juga co-founder @IDberkebun, Shafiq Pontoh (@SyafiqPontoh).

Ketua Panitia Acara Nanda dalam laporannya menyatakan bahwa antusiasme peserta di Aceh untuk mengikuti acara ini sangatlah besar. Ini bisa dilihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 80 orang padahal kuota yang disediakan oleh panitia hanyalah untuk 30 peserta.

“Alhamdulillah, kami sangat senang melihat minat pemuda Aceh dalam mengikuti acara ini, sebenarnya panitia sampai sangat sulit dalam memilih 30 dari 80 peserta. Sehingga panita harus melakukan seleksi melalui CV peserta dan akhirnya kami menetapkan 30 peserta yang sangat luar biasa yang hadir pada hari ini,” ujar mahasiswi FKIP Bahasa Inggris Unsyiah Angkatan 2009 ini.

Nanda juga menambahkan peserta yang hadir dalam workshop tersebut juga dibagi dalam kelompok-kelompok. “Sebelumnya peserta yang hadir pada hari ini telah dibagi dalam beberapa kelompok seperti, kelompok sosial, agama, etnik, ekonomi, dan budaya. Kelima kelompok ini nantinya mendisusikan isu-isu yang berkembang di Aceh saat ini dengan sesuai dengan materi yang diberikan nanti,” tegasnya.

Konsulat US Embassy perwakilan Medan, Kathryn A. Crockart yang hadir dalam workshop ini mengatakan bahwa peserta yang ikut serta hari ini masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda. “Peserta yang lulus seleksi ini disini memiliki suku yang berbeda seperti Aceh, Batak dan Papua dan memiliki latar agama yang berbeda seperti Islam dan Kristen yang nantinya diharapkan menjadi agen perubahan terhadap isu-isu yang berkembang saat ini seperti tentang toleransi dalam beragama,” sebutnya.

Pemilik @SyafiqPontoh dipenghujung acara sempat mengatakankan bahwa dari beberapa workshop yang dilakukan di 5 kota di Indonesia, Aceh merupakan kota terbaik.

“Setelah saya mendatangi beberapa kota, peserta dari Aceh langsung menunjukkan aksi yang nyata dengan mengimplementasikan materi-materi yang diberikan. Sehingga mampu membangun kampanye melalui social media, seperti @IDBeraniJujur, @IndonesiaDermawan, @Ethnic6, @ColorFullAceh, dan grup Care Movement di Facebook yang tidak saya dapatkan di kota lain dan ini sungguh luar biasa,” tutupnya. (rma/pry)